Label

Eyang Subur Calonkan Presiden 2014

Perseteruan antara Eyang Subur dengan Adi Bing Slamet masih bergulir sampai hari ini. Itu semua karena Adi yang merasa didzolimi oleh tindakan buruk yang dilakukan Eyang Subur terus saja dibongkar ke media. Apalagi katanya sebagian besar murid- murid dari eyang subur adalah dari kalangan artis. Semua pembongkaran aib itu benar- benar menggemparkan dunia hiburan kita, sekarang semua orang kenal sama Eyang Subur.

Nama Eyang Subur semakin populer, dimana ketenarannya itu juga membuat banyak orang di jejaring sosial dan media berita terus saja membahas sosok fenomenal ini. Kasus Eyang Subur ini juga mampu menutupi kasus- kasus besar lain seperti kasus korupsi dan sejenisnya di pemberitaan sehari-hari.

Eyang Subur yang sampai hari ini masih belum menunjukan jati dirinya ke masyarakat semakin membuat banyak orang penasaran. Nama eyang Subur yang sedang berada di puncak popularitasnya ini tentu adalah suatu impian setiap politisi yang mau ikutan Nyapres tahun depan. Istilah kerennya itu, elektabilitas Eyang Subur ini sudah melampaui nama- nama besar dalam kalangan parpol politik.

Mestinya Eyang Subur bisa segera klarifikasi seputar polemik tudingan Adi kepada dirinya di depan Media agar tidak berlarut-larut. Tentu opini masyarakat akan berubah terhadapnya kalau memang dia bisa membuktikan semua tudingan miring kepadanya itu hanya omong kosong. Kalau benar itu terjadi dan masyarakat akhirnya berpaling mendukungnya, tentu hal itu akan jadi modal untuk menjadikannya ia sebagai salah satu tokoh populer yang disukai masyarakat.

Jika sudah di sukai masyarakat, eyang mau Nyaleg, mau ikutan lelang Jabatan Lurah/Camat, atau malah kalau mau Nyapres 2014 pun jalannya sudah terbuka lebar. Tinggal cari kendaraan parpol untuk mendukungnya dan siapkan modal biaya Nyapres yang tentu bukan suatu masalah (lha kan orang kaya...). Kalau udah gitu tinggal pertanyaanya, Eyang Subur Mau Nyalon Presidan Gak ? Jadi pada 2014 nanti, kita akan diberikan nama tokoh pilihan Capres yang semakin variatif....gimana ? masuk akal gak ?

Demi Anak Aku Kawin dengan Genderuwo




Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan! Pepatah ini kiranya cukup pas untuk menggambarkan betapa kerasnya perjuangan Retno Kumala (46), si pemilik kisah Catatan Hitam kali ini. Demi masa depan kedua anaknya, ia nekad memilih jalan hidup yang mungkin sangat sulit dijelaskan dengan nalar. Ia rela kawin dengan genderuwo. Ini ia lakukan bukan semata-mata karena ia mendambakan hidup bahagia dengan limpahan harta dari suaminya yang berasal dari dunia gaib tersebut. Namun, sekali lagi, ia melakukannya demi masa depan kedua anaknya yang telah lama ditinggal pergi oleh ayahnya.

Tapi, bagaimana kenyataan selanjutnya yang harus ia hadapi? Kepada Pengasuh rubrik kesayangan ini Retno Kumala mengisahkan Catatan Hitam hidupnya itu secara lengkap. Selamat mengikuti…!

Kehidupan rumah tanggaku pada awalnya sangat bahagia. Suamiku, Warijo, seorang pria yang sangat bertanggungjawab. Ia juga ayah yang baik dan sangat menyayangi ketiga anaknya.

Suatu saat kami harus pindah dari Surabaya ke Palembang. Maklum saja, ketika itu Mas Warijo dimutasi ke kantor cabang perusahaan tempatnya bekerja dengan posisi dan jabatan, juga gaji yang tentu saja jauh lebih baik. Semula kami berharap akan mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia lagi di tempat baru ini, namun justeru di Kota Empek Empek inilah kepahitan itu berawal.

Ya, tragedi itu bermula dari vonis kanker otak terhadap anak ketiga kami Bambang Prihandoko, yang ketika itu baru berumur 3,5 tahun. Kenyataan ini sungguh memukul batinku, juga batin suamiku. Sejak si bungsu divonis mengidap kanker otak, kulihat Mas Warijo sering melamun seorang diri. Memang, dibanding kedua anaknya yang lain, Mas Warijo jauh lebih menyayangi si bungsu, sebab sejak bayi merah anak ini memang sering sakit-sakitan sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari kami. Mungkin karena itulah tumbuh kasih sayang yang sangat besar dari kami berdua, terutama Mas Warijo yang pernah menyebut Bambang sebagai “anak yang akan memiliki banyak keajaiban,” sebab ketika aku mengandungnya Mas Warijo mengaku sering bermimpi ditemui seorang kakek bersorban putih mirip sosok wali, yang menitipkan anak padanya. Namun, mimpi hanyalah mimpi. Kenyataan tetap berbicara lain.

Meski biaya pengobatan si kecil ditanggung oleh Asuransi Kesehatan (ASKES) dari perusahaan tempat Mas Warijo bekerja, namun karena penyakit yang diderita oleh Bambang relatif langka dan sulit disembuhkan, maka usaha kami membawanya berobat ke berbagai rumah sakit ternama di Kota Palembang sepertinya hanya sia-sia saja. Bila sedang kumat si kecil Bambang sering jatuh pingsan, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya membawanya ke rumah sakit untuk sekedar mendapatkan penangangan gawat darurat.

Kami hampir putus asa menghadapi keadaan si bungsu. Puncaknya, pada musim libur hari raya Idul Fitri di tahun 2005 silam, kami sekeluarga memutuskan mudik ke kampung halamanku di Wonogiri, Jawa Timur. Disamping ingin berlebaran bersama keluarga, rencananya kesempatan ini juga akan kami gunakan untuk mencari cara alternatif guna mengobati penyakit Bambang.

Manusia hanya bisa berencana, sedang Tuhan juga yang menentukan. Itulah yang terjadi. Seminggu setelah tinggal di rumah orang tuaku untuk menikmati liburan, dan sebelum sempat kami membawa Bambang berobat secara alternatif, ternyata Tuhan telah memanggilnya lebih dulu. Bambang menghembuskan nafas terakhirnya dalam gendongan ayahnya.

Kepahitan ini terjadi hanya 3 hari setelah hari raya Idul Fitri. Betapa berdukanya kami sekeluarga karena kepergian Bambang jatuh pada hari yang semestinya penuh dengan kabahagiaan. Apalagi malam harinya Bambang masih sehat dan bermain-main dengan kami. Baru menjelang subuh ia pingsan setelah lebih dulu kejang karena menahan sakit pada kepalanya, sampai akhirnya ia tak kuat lagi melawan rasa sakit itu.

Kepergian si bungsu sungguh merupakan kehilangan yang teramat besar bagi kami. Sebagai ibu yang merawatnya sejak masih dalam kandungan, sudah barang tentu sulit bagiku untuk mengikhlaskan kepergiannya. Mas Warijo pun sepertinya merasakan hal yang sama. Namun sebagai lelaki ia sudah pasti jauh lebih kuat jika dibandingkan denganku. Buktinya, walau masih dalam kedukaan, karena masa liburan yang sudah habis, maka itu setelah selamatan tujuh hari kepergian Bambang, Mas Warijo kembali ke Palembang untuk melakukan rutinitasnya sebagai seorang karyawan sebuah perusahaan swasta. Sementara itu aku sendiri lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah orang tuaku. Demikian pula dengan kedua anakku yang ketika itu baru duduk di kelas satu dan dua SMP. Mereka tetap tinggal di Wonogiri, bahkan karena kedekatan dengan kakek dan neneknya kedua anakku ini memilih pindah sekolah.

Sejak kepergian si bungsu, hari-hari yang kulalui terasa sangat hampa. Berat pula bagiku untuk kembali ke Palembang mengingat kedua putra dan putriku juga enggan untuk menyusul ayahnya pulang ke sana. Kerana keadaan ini pada akhirnya aku pun lebih memilih tinggal di Wonogiri. Suamiku cukup mengerti dengan pilihanku ini. Ia tahu pasti kalau kondisi jiwaku masih sangat labil.

Lima bulan berlalu sejak kematian si bungsu, Mas Warijo masih rutin mengirimi kami uang untuk biaya hidup setiap bulannya. Di bulan ke 6 sesuatu yang tak pernah kuduga sebelumnya terjadilah. Kiriman uang dari Mas Warijo tak kunjung tiba sesuai jadwal biasanya. Mendapati kenyataan ini, kucoba menghungunginya lewat ponsel miliknya, tapi ternyata mailboks. Ketika kukontak lewat telepon kantor, pihak resepsionis malah mengatakan kalau Mas Warijo sudah mengundurkan diri sejak sebulan lalu.

Berita ini benar-benar membuatku pusing tujuh keliling. Mengapa Mas Warijo mengundurkan diri dari pekerjaan dengan tanpa terlebih dahulu meminta pendapatku, atau setidaknya memberitahuku? Apa yang telah terjadi dengannya? Mengapa ia begitu berani mengambil keputusan yang sedemikian gegabah? Apakah ia sudah mendapatkan pekerjaan lain yang jauh lebih menjanjikan?

Setumpuk pertanyaan itu tak pernah kudapatkan jawabannya, sebab sejak kuterima berita itu Mas Warijo seolah telah menghilang dari jagat raya ini. Tak pernah secuilpun kudengar kabar tentang dirinya. Berulang kali kuhubungi nomor ponselnya, namun yang kudengar hanya suara operator yang mengatakan bahwa nomor tersebut tak dapat dihubungi.

Betapa kecewa hatiku, sebab Mas Warijo pun sama sekali tak pernah mengontakku walau hanya sekejap saja.

Kemana perginya Mas Warijo? Tak ada seorang pun yang bisa menjawabnya. Ia telah pergi tanpa pesan. Meninggalkanku dengan dua orang anak yang masih membutuhkan biaya hidup yang sangat besar, terutama untuk pendidikannya.

Di tengah keputusasaan aku bertemu dengan sahabatku semasa SMA dulu. Sebut saja namanya Yulianah. Waktu itu aku sangat surpraise melihat keadaan Yulianah yang sepertinya sudah jadi orang sukses. Ia bisa nyetir sendiri mobilnya yang bagus dan sangat mewah menurutku. Tak hanya itu, ia juga sudah menyandang gelar sebagai seorang Hajjah, dan ia nampak cantik sekali dengan balutan busana muslimah.

Bagaimana ceritanya sampai kehidupan Yulianah bisa berubah dengan sedemikian drastis? Padahal, aku tahu persis bagaimana asal-usul sahabatku ini. Ia lahir dari keluarga petani yang sangat miskin. Bahkan sewaktu sekolah dulu ia sering menunggak SPP, dan kalau jajan di kantin sering kali aku yang mentraktirnya.

Melihat Yulianah yang sudah hidup senang, terus terang saja aku merasa sangat iri padanya. Sahabatku ini seolah-olah bisa membaca perasaanku. Buktinya, seminggu setelah bertemu dengannya, ia mengundangku datang ke rumahnya.

Ketika aku sampai di rumahnya, kekagumanku padanya semakin besar saja. Bagaimana tidak? Kulihat rumah Yulianah yang megah dan cukup mewah menurut ukuranku.

“Kemana suamimu, Yul?” tanyaku ketika itu saat melihat suasana rumah yang sepi.

Yuliana tersenyum sambil menyuguhkan cemilan di hadapanku. “Aku sudah 5 tahun menjanda, Ret!” katanya.

Mendengar jawabannya, aku merasa sedikit tak enak hati. Namun, Yulianah sepertinya tidak merisaukan pertanyaanku barusan. Nyatanya ia segera menyambung penjelasannya.

“Suamiku selingkuh, jadi kupikir mending bercerai saja. Lagi pula, sekarang ini keadaanku sudah cukup mapan. Karena itu meski mantan suamiku sering meminta ingin kembali, tapi dengan tegas selalu kutolak. Apalagi kedua anakku juga sudah besar. Mereka tidak pernah menanyakan Bapaknya. Ya, beginilah kehidupanku, dan aku merasa cukup bahagia meski tanpa suami. Oya, bagaimana keadaanmu rumah tanggamu, Retno?”

Karena ditodong pertanyaan seperti itu, akhirnya tanpa tedeng aling-aling kuceritakan bagaimana porak-porandanya keluargaku. Sebagai sahabat, sepertinya Yulianah sangat tersentuh mendengar ceritaku.

Ia berkata setelah menyimak ceritaku, “Aku ini tetap sahabatmu, Retno. Karena itu aku juga ingin melihat hidupmu bahagia. Masalahnya, apakah kau mau melakukan solusi yang akan kuberikan, dan apakah kau akan mempercayainya?”

“Seperti apa solusi yang kau tawarkan itu, Yul?” aku balik bertanya.

“Kau harus kawin dengan genderuwo!”

Betapa terkejutnya aku mendengar jawaban dari mulut mungil sahabatku ini. Bagaimana mungkin Yulianah yang sudah menyandang titel sebagai seorang Hajjah itu sampai tega hati menawarkan solusi sesat itu padaku?

Seolah bisa membaca keterkejutanku, Yulianah buru-buru menyambung ucapannya sambil tersenyum, “Kau jangan buru-buru berpikiran negatif! Kau pasti menyangka ini semacam pesugihan bukan? Sama sekali tidak, Retno! Menurutku ini halal. Kau akan dinikahkan dengan makhluk itu secara Islam. Selama kau menjadi isterinya, genderuwo itu akan menafkahimu secara lahir dan batin. Bila kau sudah merasa punya cukup modal, kau bisa bercerai dengannya. Dan yang paling penting, ritual ini tidak ada tumbal macam-macam. Asal kau tahu saja, aku bisa seperti ini juga kerana melakukan ritual itu. Setahun lalu aku minta cerai sebab aku sudah merasa punya cukup modal untuk berusaha sendiri. Genderuwo itu bersedia menceraikanku, dan sekarang hidupku tenang sebab aku juga bisa menjalankan ibadah.”

Setelah mendengar penjelasan Yulianah seperti itu, akupun mulai tertarik untuk mengikuti jejaknya. Terlebih lagi kehidupan saat itu memang sangat susah. Bapakku yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga sudah berhenti bekerja\ karena penyakit diabetes yang merongrong tubuhnya. Belum lagi aku juga harus memikirkan biaya sekolah dan masa depan kedua anakku. Walau bagaimana pun mereka harus terus sekolah dan kuliah sampai ke perguruan tinggi.

Dengan kedua alasan tersebut akhirnya aku meminta Yulianah untuk mengantarkanku ke rumah “orang pintar” yang katanya sudah biasa memandu ritual kawin dengan genderuwo itu.

Singkat cerita, Yulianah mempertemukanku dengan Ki Badrowi, sebetulah begitu, paranormal yang biasa mengawinkan manusia dengan genderuwo. Setelah mendengarkan penjelasan tentang keinginanku yang disampaikan oleh Yulianah, Ki Badrowi mengaku bersedia membantu. Namun aku diminta untuk mempersiapkan semua kelengkapannya, seperti Apel Jin dan berbagai sarana lain untuk selamatan ritual perkawinan itu nantinya. Yulianah bersedia membantuku menyaiaokan semua keperluan ini.

Benar juga kata Yulianah. Ritual perkawinan itu memang seperti halnya prosesi perkawinan dalam aturan hukum Islam. Artinya, ada saksi, penghulu, wali, pengantin, dan juga ijab kabul, bahkan juga mas kawin berupa cincin emas seberat 1 gram. Untuk wali langsung diwakilkan kepada Ki Badrowi, sebab ayahku memang tidak mungkin bisa dihadirkan. Jadi, dalam prosesi pernikahan itu Ki Badrowi bertindak sebagai wali sekaligus penghulunya.

Karena mempelai lelaki tak bisa dilihat oleh mataku, maka proses ijab kabul pun sangat janggal menurutku. Sama sekali tidak ada ucapan akad nikah, meski kemudian wali dan saksi langsung mengesahkannya.

Yang juga terasa aneh, setelah prosesi pernikahan selesai, Yulianah berbisik di telingaku, “Suamimu itu tampan sekali, Retno. Kau beruntung mendapatkannya!”

Tampan? Bagaimana mungkin Yulianah mengatakan ini padaku, padahal aku sama sekali tidak melihat keberadaan suamiku itu. Apakah memang Yulianah bisa melihat perwujudannya sehingga ia berkata demikian?


Aku tak tahu pasti. Yang jelas, aku meyakini kalau Yulianah hanya membohongiku. Buktinya, aku mengalami ketakutan yang teramat sangat ketika di malam Jum’at Kliwon itu suamiku gaibku datang dan ingin menjalankan kewajibannya di malam pertama. Memang, sesuai dengan pesan Ki Badrowi, malam pertamaku dengan suamiku yang genderuwo itu akan dimulai persis pada malam Jum’at Kliwon. Dan, menurut paranormal itu, setelah menjalankan kewajibannya di malam pertama, maka suamiku itu akan memberikan nafkah materinya berupa tumpukan uang dalam jumlah yang lebih dari mencukupi.

Persis di malam Jum’at itu kebetulan di kampung tempatku tinggal sedang ada orang hajatan dengan hiburan musik dangdut. Kedua anakku sejak sore sudah minta ditemani nonton. Karena ada niatan khusus, sudah tentu aku menyuruh mereka pergi nonton sendiri-sendiri. Yang tinggal di rumah ayahku yang terbaring sakit dan ibu yang selalu setia menemaninya.

Menjelang pukul 12 malam kedua anakku pulang, dan mereka tidur di kamar depan. Aku sendiri masih menunggu apa yang akan terjadi. Pintu kamar kukunci rapat-rapat, meski udara malam itu terasa sangat panas dan gerah.

Sesuai dengan pesan Ki Badrowi aku sudah berdandan cantik dengan pakaian yang diaromai oleh minyak khusus pemberian dukun itu, yang baunya cukup menyengat. Aku tak ubahnya seperti pengantin perempuan yang sedang menunggu kehadiran sang pengantin pria untuk menikmati bulan madu.

Menjelang pukul satu dinihari masih tetap tidak terjadi apa-apa. Akupun mulai lelah menunggu. Sambil menahan kantuk kurebahkan tubuhku di atas ranjang. Ketika rasa kantuk sudah mulai menggayuti pelupuk mataku, antara sadar dan tidak aku dikejutkan oleh sesuatu yang terjadi di dalam kamarku.

Aneh sekali, sosok bayangan hitam sepertinya tiba-tiba muncul dari balik dinding. Beberapa saat kemudian bayangan itu semakin mempertegas wujudnya. Ya, seorang lelaki tinggi besar, berbadan hitam dan licin berkilat. Dan yang sungguh aneh, dia sama sekali tidak mengenakan pakaian walau sehelai benang pun.

Siapakah lelaki tinggi besar ini? Apakah dia genderuwo yang telah sah menjadi suamiku? Mengapa sosoknya sedemikian menyeramkan? Padahal, Yulianah bilang suamiku ini sangat tampan. Apakah Yulianah benar-benar sudah membohongiku?

Berbagai pertanyaan itu mendera batinku. Kulihat lelaki bugil itu berdiri sambil memandangi tubuhku. Kemudian pelan-pelan ia menunduk dan tangannya menyentuh pipiku. Aku bergidik dan berusaha berontak, namun anehnya seketika itu tubuhku berubah sangat kaku seperti terpasung oleh suatu kekuatan gaib.

Dengan sangat ketakutan aku hanya bisa pasrah menghadapi sentuhan makhluk itu. Setelah ia menyentuh pipiku, lalu ia mengendus aroma rambutku yang tergerai, lalu hidung dan bibirnya menjelar di permukaan pipi, hidung, bibir dan daguku.

Sejekap kemudian, lelaki menyeramkan itu seperti kalap. Tangannya yang kekar melingkar di sekujur tubuhku, hingga membuat nafasku semakin sesak. Bibirnya melumat bibirku, dan sepasang kakinya yang licin mengkilat itu mengapit kedua belah kakiku dan berusaha mengangkangkannya.

“Tolooong…!!” Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya. Namun celakanya mulutku bagai tersumbat. Teriakanku hanya menggema di dalam rongga dadaku.

Tangan pria aneh itu semakin liar menggerayanghi tubuhku, sebelum akhirnya membuka bajuku dan melepaskan kain yang kupakai. Desah nafasnya yang memburu bagaikan sebuah kekuatan hipnotis yang membuatku hampir saja hilang kesadaran.

Tetapi, Tuhan menyayangiku. Dalam keadaan yang sangat kritis itu tiba-tiba saja mulutku berucap dengan lantang, “Astagfirullah…Allahu Akbar…Laa Khaula Walaa Kuwwata Illah Billah…!!”

Ya, sekali ini suara itu benar-benar keluar dari mulutku. Dan yang terjadi di hadapanku sungguh sebuah kenyataan yang sulit dimengerti.

Mendadak saja lelaki telanjang itu terpental dari atas tubuhku, sambil mengerang keras seperti seekor anjing yang terluka. Bersamaan dengan itu tubuhku yang semula kaku dapat digerakkan kembali. Spontan aku melompat dari tempat tidur sambil menjerit-jerit memuji kebesaran Allah.

“Laa Ilaaha Illallah…Allahu Akbar…Subhanallah…!”

Pujian-pujian itu keluar begitu saja dari mulutku, dengan suara yang lantang. Sama seperti kejadian semula, sosok makhluk itu mengubah wujudnya menjadi bayangan hitam lalu hilang seolah masuk ke dalam dinding.

Tak lama kemudian kedua anakku menggedor-gedor pintu sambil memanggil-manggil “mama”. Ketika pintu kubuka mereka langsung berhamburan memelukku dan langsung bertangisan.

“Apa yang terjadi, Ma?” tanya Angga, anak sulungku.

Aku hanya menggeleng-geleng sambil membiarkan air mataku mengalir deras membasahi sekujur wajahku. Sungguh aku tak kuasa menjelaskan semua ini kepada kedua anakku. Aku tak ingin melukai perasaan mereka. Aku tak ingin mereka menudingku telah melakukan kesesatan hanya karena tak tahan menanggung kesusahan hidup….

Siang setelah malamnya mengalami kejadian aneh tersebut, Yulianah datang menemuiku dan mengatakan kalau aku telah gagal dalam melakukan ritual.

“Biarlah kujalani kehidupan seperti ini, Yul! Aku tak ingin lagi melakukan ritual kawin dengan genderuwo itu,” kataku setelah mendengar penjelasan Yulianah.

Meski mengaku kecewa, namun Yulianah cukup mengerti dengan perasaanku. Sebagai sahabat, ia juga meminta agar aku tidak sungkan-sungkan meminta bantuan padanya bila aku memerlukannya. Namun sejujurnya, aku tak pernah berani meminjam uang kepada sahabatku ini walau dalam keadaan sesulit apapun. Ini semata-mata kulakukan karena aku takut sesuatu akan terjadi terhadap diriku.

Ketika kuputuskan mencurahkan kisah ini kepada Bung Prayoga Gemilang, tak terasa sudah hampir setengah tahun peristiwa itu berlalu. Walau begitu, aku masih mengalami perasaan traumatik, sebab bayangan lelaki alam gaib itu masih sering menghantuiku. Ia sering datang dalam mimpiku dan menagih malam pertamanya padaku.

Kenyataan tersebut sejujurnya membuat hidupku sangat tercekam. Karena itulah kumohon kepada Bung Prayoga agar memberikan doa atau amalan untuk menghilangkan keanehan ini. Dan aku juga ingin agar diberi kemudahan dalam mencari rezeki, sebab kini aku menjalankan usaha mengkreditkan barang kebutuhan rumah kepada para konsumen. Aku juga ingin Bung Prayoga menerawang jejak keberadaan suamiku. Semoga Bung Prayoga dapat memberikan solusi yang terbaik bagiku….

Tanggapan:

AMALAN DOA MAHA REZEKI

Pengalaman hidup Mbak merupakan pelajaran yang sangat berarti. Karenanya jangan pernah meningalkan untuk meminta perlindungan kepada Allah agar tidak tergelincir dan terhindar dari bujukan setan.

Ada beberapa kiat yang dapat kita lakukan agar usaha kita selalu lancar, antara lain: Memperbanyak membaca istighfar, rajin bersedekah. Memperbanyak jalinan silaturahmi. Isthiqomah melaksanakan solat dhuha. Tawakal dari segala urusan, dan senantiasa meningkatkan kualitas takwa serta selalu berdoa.

Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini saat akan ijazahkan khusus buat Mbak sebuah amalan yang disebut dalam Ilmu Hikmah sebagai Doa Maha Rezeki. Doa ini telah dibuktikan dan diamalkan oleh para auliya dan sholihin terdahulu dalam rangka untuk menarik rezki yang banyak lagi halal (tentunya dibarengi dengan usaha lahiriyah), serta dijauhkan dari segala macam bentuk kemiskinan dan kepapaan.

Cara mengamalkannya:

1. Malam hari setelah shalat Isya’ atau lebih baik lagi pada tengah malam, lakukanlah salat hajat 2 rakaat atau 4 rakaat.

2. Bacalah salawat nabi ini sebanyak 1000x: ASSHOLATU WASSALAMU ‘ALAIKA WA AALIKA YA SAYIDI,
YA ROSULALLAH, AGITSNI SARI’AN BI’IZZATILLAH.
(Artinya: Rahmat serta keselamatan semoga tetap uhtukmu dan keluargamu, wahai junjungan kami, wahai utusan Allah, tolonglah aku segera dengan kemuliaan Allah).

3. Setelah itu bacalah doa ini dengan penuh kekhusukan sebanyak 7 kali atau lebih (Sebaiknya hitungan ganjil, karena Allah menyukai yang ganjil): BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM. ALLAAHUMMA ROBBANAA ANZIL ‘ALAINA MAA IDATAM MINAS SAMAAI TAKUUNA ‘IIDAN LI-AWWLAINAA WA AAKHIRINAA WA AAYATAN MINKA WARZUQNAA WA ANTA KHOIRUR ROOZIQIIN, ALLOOHUMMA IN KAANA
RIZQUNAA FIS SAMAA-I FA ANZILHU WA IN KAANA FIL MAAI WAL BAHRI FA ATHLFHU WA IN KAANA RIZQUNAA BA’IIDAN FAQORRIBHU WA INKAANA RIZQUNAA QOLIILAN FA AKTSIRHU WA IN KAANA RIZQUNAA
‘AASIRON FAYASSIRHU LANAA WALTANQULNAA ILAIHI HAITSU MAA KAANA BIFADHLIKA WUJUUDIKA WA-KAROMIKA BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN.

(Artinya: “Ya, Tuhan kami, turunkanlah atas kami makanan dari langit di mana (makanan itu) menjadi hari raya bagi orang-orangyang mendahului dan mengakhiri kami, serta menjadi bukti dari-Mu. Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang memberi rezki. Ya, Allah, apabila rezki kami berada di atas langit maka turunkanlah ia untukkami; dan apabila berada diperut bumi maka keluarkanlah ia untuk kami; dan apabila berada di dalam air atau di dasar lautan maka munculkan-lah ia untuk kami; dan apabila rezki kami itu jauh, maka dekatkanlah; apabila rezki kami itu sedikit maka perbanyaklah; dan apabila rezki kami itu sulit, maka mudahkanlah untukkami. Dan hendaknyamemboyongkami kepada rezki tersebut di mana ia berada, dengan kemurahan dan kemuliaan-Mu serta rahmat-Mu w.ahai dzat yang paling penyayang).



Lakukanlah Amalan Doa Maha Rezeki ini setiap hari secara tekun dan rutin sampai Anda benar-benar mendapat pertolongan Allah. Doa ini juga baik diamalkan ketika Anda sudah sukses. Insya Allah Anda tidak akan kembali terpuruk dalam kesulitan ekonomi.

Demikian panduan amalan Doa Maha Rezeki, semoga Mbak senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah. Khusus mengenai suami, saran saya bertawakallah kepada Allah. Sepertinya sulit untuk berharap dia akan kembali. Semoga bermanfaat…!





Jakarta Perlu Diet Penggunaan Kantong Plastik


Kantong plastik dianggap sebagai salah satu penyumbang sampah di Jakarta. Tingginya volume sampah plastik di Jakarta, membuat kelompok dari #pay4plastic prihatin. Dia pun meminta agar warga Jakarta mengurangi penggunaan kantong plastik.

Menurut Tiza Mafira penggagas petisi www.change.org/pay4plastic, Sampah plastik yang juga menjadi penyebab banjir di Jakarta. Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dia meminta agar pusat-pusat perbelanjaan tidak menyediakan kantong plastik secara gratis.

"Pusat perbelanjaan diimbau untuk tidak menyediakan kantong plastik secara gratis, dan menyediakan tas belanja alternatif yang dapat dipakai kembali," Tiza dalam siaran persnya kepada detikcom, Sabtu (11/5/2013).

Kampanye #pay4plastic ditujukan kepada pusat perbelanjaan besar untuk tidak menyediakan kantong plastik secara gratis dan mengajak pelanggan menggunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali.

Dia mengatakan Jakarta menghasilkan 8 ribu ton sampah dan 13,25 persen atau sekitar 1.060 ton adalah sampah plastik.

"Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jakarta menghasilkan 8 ribu ton sampah dan 13,25 persen atau sekitar 1.060 ton adalah sampah plastik dan sebagian dari volume ini adalah kantong plastik," terangnya.

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, merupakan koalisi yang terdiri dari Greeneration Indonesia, WWF Earth Hour Indonesia, LeafPlus, Ciliwung Institute dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hidup.



Uje Pernah Bercanda Mengajak Pipik Pura-Pura Menjadi Mayat



Kepergian Ustad Jefri al Buchori yang mendadak tentu saja membuat sang istri dan keluarganya syok. Pasalnya, komunikasi terakhir yang dilakukan Pipik Dian Irawati dengan almarhum suami adalah melalui telepon genggam. Namun hari-hari sebelumnya Uje memang sering bercanda dengan istrinya untuk pura-pura jadi mayat.

"Saya nggak punya firasat. Tapi dia pernah bercanda sama saya bilang: `Yuk, Umi kita belajar jadi mayat, yuk.` Saya nggak mau, dia bilang lagi: `Ayo kita berdua belajar jadi mayat yuk,`" tutur mantan model gadis sampul tersebut ketika ditemui di Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/4/2013) malam.

Selain tanda itu, teman duet Ungu menyanyikan Para Pencari-Mu ini masih juga menciptakan lagu beberapa hari sebelum dipanggil Tuhan. "Beliau masih nyiptain lagu, ternyata itu pertanda dia dipanggil Allah," kata Pipik.

Wanita yang dinikahi Uje pada 7 September 1999 ini berjanji pada dirinya sendiri usai pemakaman almarhum suaminya. "Sampai saya tadi janji: `Abi, Umi akan gedein mereka sampai jadi orang besar kayak Abi," pungkasnya.

Uje Beri Pesan Terakhir dan Kenang Kenangan Pada Ustadz Solmed





Sebelum wafat, mendiang Ustadz Jefri Al Buchori sempat bertemu dengan sahabatnya yang juga sesama pendakwah, yakni Ustadz Solmed. Dalam kesempatan itu, keduanya berbincang tentang banyak hal.

Tak disangka, Ustadz Jefri pun melontarkan sebuah ucapan yang diyakini Ustadz Solmed sebagai pesan terakhir dari pria yang wafat di usia 40 tahun itu.

"Dia (Ustadz Jefri) bilang sama saya, 'ente harus lanjutin dakwah ane'," kenang Ustadz Solmed berlinang air mata di Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangerang, Jumat (26/4/2013).

"Setelah dia bilang seperti itu, saya langsung peluk beliau, saya bilang ke dia 'yang namanya dakwah itu tidak boleh berhenti, jadi jangan pernah berpikir untuk berhenti berdakwah'," tambah Ustadz Solmed.

Tak hanya itu, Ustadz Jefri juga sempat memberikan kenang-kenangan pada Ustadz yang sempat membintangi sinetron Pesantren Rock N Roll tersebut.

"Dia kasih cincin dan peci sama saya. Saya masih ingat kata-katanya, 'ini cincin buat elo, elo terusin dakwah gue, ini peci juga buat elo, elo terusin dakwah gue'. Saya langsung nangis," pungkasnya.

Diberi Rp 5 juta, 4 Mahasiswi Direkam Saat Mandi



Kasus 4 mahasiswi yang direkam saat mandi di indekos Jl Wolter Monginsidi VIII, Pedurungan Tengah, Semarang berakhir damai. Pasalnya, 4 dari 5 mahasiswi penghuni kos-kosan itu menerima ganti rugi sebesar Rp 5 juta yang dimediasi oleh pihak kepolisian Polrestabes Semarang. Dengan mediasi itu, kasusnya kini terancam tidak berlanjut.

Fakta itu disampaikan oleh Muzaroah (55) istri dari Abdul Salam (59) yang merupakan pemilik indekos yang selama satu tahun disewa sebesar Rp 6 juta saat ditemui merdeka.com di rumahnya di Pedurungan Tengah VIII Nomor 04, Kelurahan Pedurungan Tengah, Minggu(18/3). Rumah Muzaroah tak jauh dari tempat kejadian.

"Si perekam Solichin yang merekam dengan ditemani saudaranya dari Wedung, Demak sudah melakukan pertemuan dengan mahasiswi. Awalnya para mahasiswi itu meminta ganti rugi sebesar 10 juta. Tapi kemudian ditawar oleh saudaranya Solichin jadi Rp 5 juta rupiah," ungkap Muzaroah.

Selain itu, 3 dari 5 mahasiswi itu beralasan mereka tidak mau direpotkan oleh proses pemeriksaan yang berjalan karena kesibukan mereka melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di salah satu rumah sakit di Yogyakarta yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

"Selain itu, mereka juga beralasan, sibuk kuliah dan masih skripsi. Daripada mondar-mandir ke polisi. Apalagi tiga dari mereka masih melakukan KKL di Yogya dikhawatirkan menggangu proses KKL mereka di Yogya itu," jelasnya.

Muzaroah juga menyesalkan, kenapa pihak kepolisian tidak melanjutkan kasus hukumnya. Menurutnya, alasan polisi tidak melanjutkan karena Solichin belum sempat menyebarluaskan video 4 dari 5 mahasiswi yang direkam saat beraktivitas di kamar mandi.

"Kalau saya pribadi tidak akan menghentikan kasus itu. Sudah malu kok hanya diganti rugi Rp 5 juta. Soalnya di empat video itu mereka dalam posisi tanpa busana macam-macam. Yah mau gimana lagi, sudah direkam kok mau diganti rugi, hanya 5 juta lagi. Semua terserah mereka kan," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda bernama Solikin (23) dilaporkan ke polisi oleh penghuni indekos di Jalan Wolter Monginsidi VIII, Pedurungan Tengah, Semarang. Pemuda ini hobi merekam mahasiswi saat mandi.

Salah seorang mahasiswi yang menjadi korban, WA (21), saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Jumat, mengatakan bahwa pelaku merekam dengan menggunakan kamera telepon seluler.

"Saya baru sadar jika ada yang merekam aktivitas saya di kamar mandi setelah melihat sinar merah yang berasal dari sebuah ponsel dibungkus plastik hitam dan diletakkan di kawat ventilasi sekitar pukul 06.30 WIB," kata mahasiswi Poltekkes Semarang asal Kabupaten Kebumen itu.

Mengetahui hal tersebut, korban kemudian mengambil ponsel milik Solikin yang diduga kuat sengaja diletakkan di ventilasi untuk merekam saat para mahasiswi penghuni indekos itu mandi.

Gak Nyangka Eyang Subur Ternyata Pernah Menikah 25 Kali

Gak Nyangka Eyang Subur Ternyata Pernah Menikah 25 Kali

Keburukan Eyang Subur terus diungkap oleh para mantan muridnya. Setelah Adi Bing Slamet, kini mantan murid Eyang Subur yang lain, Arya Wiguna juga mengungkap keburukan Eyang Subur. Rencananya Eyang Subur juga akan dilaporkan ke Komnas Perempuan.

Kenapa? Karena ternyata, sang Eyang yang sudah uzur ini pernah menikah sebanyak puluhan kali, tidak hanya delapan kali seperti yang pernah diberitakan sebelumnya. Seruu “Di sini banyak perempuan yang dilecehkan. Subur maksa Novi melamar dengan uang, dipaksa sampai tiga kali. Istri saya juga diminta dijadikan istri. Dia nikah sudah lebih dari 25 kali.

Mantan-mantan istri Subur juga sudah buka suara,” kata Arya Wiguna, Selasa, 9 April 2013 kepada sumber Okezone.com. Arya mengatakan bahwa Eyang Subur akan memiliki ilmu yang sangat sempurna apabila ia memiliki sembilan orang istri. Tetapi sampai sekarang, istri yang dimiliki oleh Eyang Subur baru berjumlah delapan orang. Karena mempunyai banyak istri, satu kamar bisa ditempati beberapa orang istri sekaligus. “Satu kamar diisi dua atau tiga istri di rumahnya. Tapi istrinya keluar masuk.

Yang bertahan itu delapan. Tapi dia memang sudah menikah sebanyak 25 kali,” kata Arya lagi. Jika rumor ini terbukti benar maka Eyang Subur yang pernah mengambil istri Septian Dwi Cahyo itu telah menyalahi aturan agama dan melecehkan martabat perempuan. Tak heran, jika ulah Eyang Subur pernah mendapat kritikan dari organisasi masyarakat (ormas) seperti Front Pembela Islam (FPI). FPI pernah meminta Eyang Subur untuk menceraikan empat dari delapan orang istrinya karena dianggap telah melanggar syariat agama Islam. (RN)



Kasus Narkoba Raffi Ahmad Bikin Pusing BNN





Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mengembangkan penyelidikan dari kasus pesta narkoba Raffi Ahamd Cs. Bahkan BNN juga melibatkan Kementrian Kesehatan dan BPOM.

Menurut Sumirat Dwiyanto, Kabag Humas BNN dari hasil penyelidikan BNN menemukan zat baru yakni MDMC (methilen dioksi met cathinone), untuk itu BNN perlu berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Dua orang positif menggunakan zat baru. Sekarang sedang dilakukan koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM karena ini memang zat turunan. Namanya kimia pasti mudah dipecah unsur-unsurnya, akan dijelaskan lebih lanjut setelah kita dapat hasil dari Kemenkes dan BPOM," paparnya kepada wartawan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Sumirat menuturkan koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM itu guna mengetahui apakah zat baru itu termasuk zat berbahaya jenis narkoba atau bukan.

"Bukan narkoba jenis baru, tapi zat baru. Sekarang sedang dikoordinasikan apakah dia bisa seperti apa, masih koordinasi juga dengan ahli farmakolog," ujarnya. [irv]



Sumber:

RAFFI AHMAD DIDUGA TERKENA KASUS NARKOBA???????

RAFFI AHMAD DIDUGA TERKENA KASUS NARKOBA???????

Jakarta - Badan Narkotika Nasional BNN, menahan artis Raffi Ahmad di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, BNN masih memeriksa apakah mantan kekasih Yuni Shara itu positif memakai narkoba.

Urine Raffi akan menjadi bukti bahwa dia pengguna atau bukan, ujar Deputi Penindakan BNN Irjen Benny Mamoto saat dikonfimasi pewarta. Minggu 27/1/2013.

Menurut Benny Raffi diamankan tadi pagi, tapi barang bukti yang disita dari penggerebekan di rumah Raffi itu tidak dijelaskan, tunggu saja ujarnya.

Raffi memang menjadi host setiap paga di dahsyat RCTI, tapi pagi tai absen, katanya sakit izin ke dokter, ujar Opa produser Dahsyat RCTI.

Raffi selain host Dahsyat juga menjadi juri Idola Cilik, mungkin setelah sembuh akan hadir kembali ujar Opa.

BNN mengakui telah mengamankan artis terkenal itu dari rumahnya barang bukti belum dijelaskan apa saja yang disita masih tahap pemeriksaan tahap awal.



Ada berita bohong, Katanya Mike Tyson Operasi Kelamin jadi Wanita???

Ada berita bohong, Katanya Mike Tyson Operasi Kelamin jadi Wanita???


Wah bodoh banget yang percaya … masa juara kelas dunia dengan tubuh kekar jadi wanita/perempuan dengan operasi kelamin.
Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson, membantah kabar yang menyebut dirinya telah berganti kelamin menjadi wanita. Rumor mengejutkan tersebut meledak setelah media-media Afrika memercayai berita dari sebuah situs parodi Inggris, NewsBiscuit.



Berita yang bertajuk Mike Tyson telah berhasil melakukan operasi pergantian kelamin ternyata dianggap serius oleh media Zimbabwe, The Standard, dan Ghana, SpyGhana. Situs berita Zambia, Zambia Watchdog, juga sempat memuat berita tersebut, namun kemudian dihapus.

“Saya masih pria tulen dan sama sekali tak berniat menjadi wanita! Berita itu sama sekali tidak benar dan sangat bodoh bagi siapa saja yang memercayainya. Saya hadir di pertarungan Marquez-Pacquiao dan siapapun yang datang pasti melihat saya sebagai seorang pria,” kata Tyson seperti dikutip dari Mirror.

Tak hanya dikabarkan berganti kelamin menjadi wanita, Tyson juga disebut mengubah julukannya dari “Iron Mike” menjadi “Iron Maiden”. Ia juga bahkan diisukan mengganti nama dari Mike menjadi Michelle!


SBY Minta Pindah Ibukota Bukan Karena Macet!!!






Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terbuka dengan wacana perpindahan Ibukota dari Jakarta. Namun Presiden melalui Staf Khusus Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, menyatakan, perpindahan itu jangan karena Jakarta yang macet semata.

"Kita perlu melihat wacana ini sebagai upaya strategis dalam mendistribusikan pembangunan secara merata ke seluruh Indonesia," kata Velix Wanggai kepada VIVAnews, Selasa 3 Agustus 2010.

Wanggai menegaskan bahwa dalam skenario pengembangan wilayah 20 tahun ke depan, Pemerintah mendorong pengembangan wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua, sambil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di pulau Jawa-Bali.

Dalam lima tahun ke depan, Presiden SBY telah menekankan pendekatan kewilayahan berbasis kepulauan, menggenjot kawasan-kawasan strategis dan cepat tumbuh sebagai pusat-pusat pertumbuhan baru di luar pulau Jawa-Bali, dan terkait dengan kawasan-kawasan tertinggal dalam suatu sistem ekonomi yang terpadu.

Dalam mengurangi beban wilayah Jakarta dan juga pulau Jawa, Velix menambahkan, Presiden SBY juga memprioritaskan desentralisasi fiskal yang semakin besar dari waktu ke waktu, dan juga mengubah paradigma pembangunan yang lebih berbasis kewilayahan. Hal ini sebagai intervensi strategis dalam menyeimbangkan pembangunan antara pusat-daerah, dan antardaerah di tanah air kita.

Namun Presiden juga menyadari bahwa beban fungsi pelayanan dan kelayakan Jakarta dirasakan semakin berat dari berbagai aspek. Wacana perpindahan ibukota negara adalah sesuatu yang wajar dan terbuka dalam alam demokrasi.

Karena itu pula, dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Palangkaraya, pada 2 Desember 2009, Presiden menyampaikan kembali gagasan pemindahan Ibukota. Presiden menganggap bahwa wajar mendiskusikan wacana perpindahan ibukota negara dalam berbagai perspektif.

"Dengan mempertimbangkan kondisi kekinian kota Jakarta dan sederet persoalan yang dihadapi di ibukota Jakarta, maka Presiden menganggap diperlukan pemikiran yang matang dan komprehensif dalam mengkaji perpindahan ibukota,” kata Velix Wanggai.

Kemudian pada 3 Maret lalu, Velix juga telah mengorganisasi diskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, dan beberapa pakar pengembangan wilayah untuk menganalisa wacana perpindahan ibukota negara dari berbagai perspektif. Namun Velix menyatakan, hasil diskusi ini masih dipelajari lebih lanjut. Wacana pemindahan Ibukota ini kembali bergulir setelah Wakil Ketua Komisi II DPR Teguh Juwarno melontarkan di akun Twitternya pekan lalu. Politisi Partai Amanat Nasional itu mengusulkan Ibukota dipindahkan ke Pulau Kalimantan.




sumber:


Berkat Facebook Siswi Smp Dapat Uang 11 Juta Perhari




J

ejaring sosial Facebook semakin mudah digunakan untuk hal-hal negatif. Misalnya saja seperti yang dilakukan seorang siswi SMP yang memanfaatkan Facebook untuk menarik minat para pria yang butuh pelayanan seks. Dalam sehari, siswi ini paling sedikit melayani lima pelanggan. 


Dari hasil melacurnya ketika musim liburan itu, siswi SMP tersebut berhasil mengumpulkan uang senilai Rp 84,4 juta. Demikian dilansir The Star, Jumat (24/6/2011).

The Star menulis, siswi asal Kuala Lumpur, Malaysia, itu mengutip tarif 250 ringgit Malaysia (Rp 707 ribu) hingga 800 ringgit Malaysia (Rp 2,2 juta). Uangnya kebanyakan dibelikan barang-barang mewah. "Saya ngeseks sedikitnya lima kali setiap hari. Meski demikian saya sering berhenti selama sepekan setiap akhir bulan," katanya.

kalau di hitung 2,2juta x 5= 11 juta.

Gadis ini satu di antara siswi yang menggunakan Facebook sebagai ajang melacur. Bahkan satu di antaranya memasukkan daftar layanan itu dengan mengatakan memilih melacur demi membeli iPhone. Kebanyakan siswi ini berasal dari Johor Baru, Malaka, Kuala Lumpur, dan Penang. Ternyata di Malaysia juga banyak pelacur cilik.***





Foto - Foto Bencana Banjir Jakarta Tahun 2013

Popular Posts